Kalau kau Tanya, siapa orang-orang yang ku sayangi, aku akan
menjawab mereka adalah Mama, Papa, Kakak, diriku sendiri dan teman temanku. Aku
sangat menyayangi mereka. Merekalah orang yang berarti dalam hidupku.
Mama adalah orang
terhebat, luar biasa, tegar, dan istimewa. Mama hebat, mama kuat, mama luar
biasa. Mama sanggup mengandungku selama 12 bulan.
Aku tak tahu mengapa aku
dikandung selama itu, berbeda dengan anak normal pada umumnya, tapi mama selalu
mengatakan kalau aku adalah seorang anak istimewa. Saat aku tumbuh aku barulah
menyadari, mama begitu tersiksa saat mengandungku, membawaku kemanapun ia
pergi, walaupun beban dalam rahimnya 4,5 kg. tapi mama sanggup, itu karena mama
begitu kuat. Setelah beberapa lama aku lahir, aku tumbuh menjadi anak yang
egois, akibat rasa sayang yang berlebihan. Sampai pada suatu saat aku pernah
membuat mamaku menangis, aku tidak bermaksud membuat mama menangis. Aku begitu
menyesal akan hal itu, dan aku bersumpah pada diriku sendiri tak akan pernah
membuat mama menangis untuk yang kedua kalinya. mama juga bekerja seperti papa.
Untuk kehidupan kita. Meskipun mama lelah, mama sakit, mama tetap bangun pagi
untuk melanjutkan pekerjaannya. Mama sangatlah istimewa.
Papa adalah orang yang
hebat, sabar, luar biasa seperti mama. Meskipun aku seringkali berbuat salah,
papa tak pernah marah dan memukul ku, layaknya papa-papa dari teman-temanku.
Papa hebat, menjadi kepala rumah tangga dikeluarga kecil ini. Meskipun papa
kini jarang pulang akibat pekerjaannya, aku tetap menyayangi papa. Saat aku
melihat papa pulang kerja, aku melihat wajah pucat kelelahan yang ia rasakan,
aku tak tega mengajaknya bermain, jadi kubiarkan saja ia tidur. Sesusah itukah
pekerjaannya, hingga wajahnya pucat setiap kali pulang kerumah. Aku selalu
mengingat kata-kata papaku yang begitu ingin aku menjadi seorang POLWAN. “aku
adalah anak istimewa, aku harus menjadi kuat, tak boleh ditindas. Aku harus
jujur, aku harus sehat, aku harus tegas, sehingga rintangan apapun yang datang
padaku, dapat kulewati dengan mudah.” Itulah kata kata yang papa sering ucapkan
padaku. papa adalah pahlawan yang bekerja untuk anak anak dan istrinya, untuk
keluarga kecil yang ia sayangi ini.
Kakak adalah orang yang
tegas, sabar dan sangat berpendirian. Dia terkadang kejam, tapi itu hanyalah
saat dia sedang lelah. Dihari-hari biasanya, dia menjadi tempatku bercerita,
bermain dan bersenang senang. Aku menyayanginya, dia menjadi sebuah contoh yang
tak akan tergantikan bagiku. Dia mengajariku hal-hal baik dan memarahiku saat
aku melakukan hal yang salah. Dia begitu tegas, tapi aku sudah terbiasa dengan
hal ini sehingga, kalaupun dia memarahiku, aku tetap tak merasa takut. Aku masih
menyimpan Tanya tentangnya, mengapa otaknya begitu pintar? Mengapa dia begitu
cerdas dan ligat? Aku heran, menurutku kita memiliki sifat yang bertolak
belakang. Bagaimanapun sifatnya, dia tetap kakak yang aku sayangi, dia hebat.
Dialah kakakku.
Tak bisa kupungkiri, aku
memang menyayangi diriku sendiri. Yah, karena aku manusia normal, bagiku semua
orang menyayangi dirinya sendiri walau dirinya tak secantik, semanis, seperti
apapun idolanya tapi dia menyayangi dirinya sendiri apa adanya. Begitulah aku,
walau aku tak cantik, tak pintar tapi aku sangat menyayangi diri ini. Bagiku,
kecantikan tidaklah senilai dengan kebahagiaan, begitu pula kekayaan. Tapi
bicara tentang kepintaran, mungkin kau tak akan bahagia jika tidak pintar. Aku
begitu suka dengan sastra, tapi aku terkadang tak bisa mengembangkannya. Hal
inilah yang kubenci dari diriku.
Teman-temanku, adalah
orang yang senantiasa berada disisiku. Aku lebih banyak menghabiskan waktu
bersama mereka, karena orang tuaku jarang pulang, kalaupun mereka pulang itu
sudah larut malam. Aku terpisah dengan kakakku jadi aku kesepian,tapi
teman-teman mengisi kekosongan itu dengan kebahagiaan. Teman-teman membuat
hidupku berwarna, bahkan penuh warna. Meskipun tak semua dari mereka
menyukaiku, tapi aku tetap menyukai mereka. Bagiku teman-teman itu penting,
berharga dan menyenangkan. Percayalah, teman-teman mu lebih menyenangkan
dibanding game yang paling kau sukai.
Bagiku, merekalah orang
yang kusayang, berharga, dan penting dalam hal ini.

