Mama, ya dialah orang
yang terhebat, orang yang sangat kusayangi dan tentunya ku cintai. Aku
menyayanginya, sangat, teramat sangat. Aku takut kehilangannya, aku takut
berpisah darinya dan aku takut menyakitinya. Tapi apa yang ku perbuat? Aku
menyakitinya, bahkan sering kali. Aku tak tahu mengapa sering berkata kasar
kepadanya, aku tak tahu kenapa bisa aku menyakitinya. Sungguh aku tak
bermaksud. Yang aku ingin hanya melihatnya bahagia, dan bangga kepadaku. Aku
sangat suka saat dia membelai rambutku saat aku tertidur, dan terkadang saat
aku belum tidur dia bercerita tentang pahitnya hidup yang ia jalani. Mungkin
dia berpikir bahwa aku tak pernah benar-benar peduli dan mendengarkannya,
sesungguhnya aku mendengarkannya, aku peduli. Terkadang saat ia bercerita, aku
menjatuhkan air mata dan tentu saja tidak didepannya, aku malu menangis
didepannya. Aku malu kalau dia mengetahui bahwa aku adalah orang yang lemah.
Aku tak mau dia tahu, jadi aku mem
belakanginya dan pura-pura tertidur. Kemudian
dia membelai rambutku dengan penuh kasih sayang yang tulus.
Aku tahu, dia sangat
menyayangiku dan aku pun begitu. Tapi dia selalu mengira bahwa aku tak
menyayanginya. Mama, dibalik sikap yang angkuh ini, sikap yang kurang ajar, tak
sopan dan santun ini, masih ada hati dan perasaan. Aku sayang mama. Aku tahu,
aku sering membentak mama dan sering berlaku kasar, maafkan anak mu ini ma :””(
Dibandingkan saudaraku
yang lain, akulah yang paling kurang ajar dan paling berdosa, aku pantas masuk
neraka. durhaka terhadap orang tua :”””( ya Tuhan ampuni aku..
Aku sayang mama, aku
ingin mama bahagia, aku- aku- aku ingin selamanya bersama mama sampai akhir aku
menutup mata ini. I LOVE YOU MOM XOXO
dalam hati ini ada sebuah janji, bahwa akan membahagiakan mama seumur hidup.

