Mama, ya dialah orang
yang terhebat, orang yang sangat kusayangi dan tentunya ku cintai. Aku
menyayanginya, sangat, teramat sangat. Aku takut kehilangannya, aku takut
berpisah darinya dan aku takut menyakitinya. Tapi apa yang ku perbuat? Aku
menyakitinya, bahkan sering kali. Aku tak tahu mengapa sering berkata kasar
kepadanya, aku tak tahu kenapa bisa aku menyakitinya. Sungguh aku tak
bermaksud. Yang aku ingin hanya melihatnya bahagia, dan bangga kepadaku. Aku
sangat suka saat dia membelai rambutku saat aku tertidur, dan terkadang saat
aku belum tidur dia bercerita tentang pahitnya hidup yang ia jalani. Mungkin
dia berpikir bahwa aku tak pernah benar-benar peduli dan mendengarkannya,
sesungguhnya aku mendengarkannya, aku peduli. Terkadang saat ia bercerita, aku
menjatuhkan air mata dan tentu saja tidak didepannya, aku malu menangis
didepannya. Aku malu kalau dia mengetahui bahwa aku adalah orang yang lemah.
Aku tak mau dia tahu, jadi aku mem